Muharram yang Menyatukan Hati
Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sampang Peringati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Dharmawanitapersatuan – Smeknero. SAMPANG — Pagi itu Aula R.P. Mohammad Noer, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sampang, tampak berbeda. Deretan kursi tertata rapi. Para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) hadir dengan busana muslim serba putih yang menghadirkan kesan teduh dan khidmat. Di atas panggung terbentang sebuah banner besar bertuliskan tema peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah: “Hijrah Menuju Kebaikan: Bersihkan Hati, Perkuat Ukhuwah, Raih Berkah Ilahi.”

Kamis pagi (25/6/2026) itu bukan sekadar seremoni pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, kegiatan yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sampang menjadi ruang perenungan bersama tentang makna hijrah yang sesungguhnya.
Sejak acara dimulai, suasana kekeluargaan terasa begitu hangat. Para pengurus dan anggota DWP saling menyapa, bertukar kabar, dan berbagi senyum. Di tengah kesibukan masing-masing sebagai pendamping aparatur pendidikan, momentum Muharram menjadi kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah.
Puncak acara diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Nyai Hj. Makiyah. Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun menyentuh, beliau mengajak seluruh hadirin untuk memahami bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk kembali kepada Allah, sebagaimana yang dicontohkan para nabi.
Dalam ceramahnya, Nyai Hj. Makiyah mengangkat kisah diterimanya doa Nabi Adam AS dan Nabi Musa AS. Kisah itu disampaikan bukan sekadar sebagai cerita sejarah, melainkan sebagai pelajaran hidup yang relevan bagi setiap muslim.
Menurut beliau, Nabi Adam AS yang pernah melakukan kekhilafan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Dengan penuh penyesalan dan ketulusan, beliau memohon ampun kepada Sang Pencipta hingga akhirnya doanya diterima. Dari kisah tersebut, Nyai Hj. Makiyah mengingatkan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Yang membedakan adalah kesediaannya untuk kembali dan memperbaiki diri,” tutur beliau di hadapan para peserta yang menyimak dengan penuh perhatian.
Sementara itu, kisah Nabi Musa AS mengajarkan tentang pentingnya keyakinan dan keteguhan hati dalam berdoa. Dalam berbagai ujian yang dihadapi, Nabi Musa senantiasa menggantungkan harapannya kepada Allah. Kesabaran dan keikhlasan itulah yang kemudian menjadi jalan turunnya pertolongan.
Pesan-pesan tersebut terasa begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak peserta tampak larut dalam perenungan. Beberapa menganggukkan kepala, sementara yang lain sesekali mencatat poin-poin penting yang disampaikan penceramah.
Momentum Muharram tahun ini seakan mengingatkan bahwa hijrah bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah sikap, memperbaiki hati, memperkuat hubungan sesama manusia, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kegiatan yang juga dirangkai dengan laporan bidang-bidang DWP tersebut berlangsung lancar hingga selesai. Namun yang paling membekas bukanlah susunan acaranya, melainkan pesan moral yang dibawa pulang oleh setiap peserta.
Di tengah tantangan kehidupan yang semakin kompleks, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sampang menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar seorang hamba terletak pada doa, kesabaran, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Muharram kali ini bukan hanya menandai pergantian tahun. Ia menjadi penanda harapan baru: membersihkan hati, mempererat persaudaraan, dan menapaki hari-hari mendatang dengan iman yang lebih kuat serta jiwa yang lebih lapang. Sebuah hijrah yang dimulai dari dalam diri, lalu memancar menjadi kebaikan bagi sesama.
